Ibadah termudah
adalah dengan memberikan senyum dihadapan saudara kita, bahkan alangkah
indahnya jika anak-anak kita sudah tergiur hatinya untuk beribadah melebihi
itu, dan salah satunya adalah dengan mengisihkan sebagian rizki yang mereka
miliki.
Dari uang yang
mereka miliki kemudian dikemas dalam cinta ibadah, tidak untuk membeli jajanan
bahkan tidak juga untuk menabung untuk membeli barang sebagai keinginan-keinginannya
yang setelah itu mudah bosan dan rusak lalu ditinggalkan berada di kamar gudang
berserakan. Mereka menanbung bukan untuk itu, sejak kecil sudah terdidik untuk
menabung sebagai tabungan amal soleh mereka hingga membius mereka untuk
melupakan berapa nominal yang sudah mereka serahkan sehingga betapa ringannya
mereka untuk selalu berinfaq.
Ide tabungan amal
soleh ini, kami munculkan dengan mengkreatifkan sebuah wadahnya yang kami buat
dalam bentuk yang berbeda dari yang umumnya terlihat. Salah satunya adalah
dengan membuat kotak infaq yang berbentuk rumah dengan menggunakan barang-barang
bekas (recycle). Alhasil, barang
tersebut terlihat unik dan menarik dimata sang anak.
Selain itu, pembuatan
kotak infaq berbentuk rumah ini juga karena bertepatan dengan tema “home” di semester kedua ini, jadi setiap
hari senin teman-teman SD1 Bumi dan
Matahari sudah terjadwalkan untuk membawa barang dari rumah mereka, seperti
botol, kertas, kardus, pulpen, dan semua itu adalah bekas kemasan yang mereka
beli kemudian mereka tabung di kelas untuk di produksi ulang dan sebagai
persiapan project yang akan
kami persembahkan dipengujung tema ini (portfolio report II) dengan membuat
rumah adat yang ada di Indonesia.